Assalamu'alaikum Dunia

RSS
Tampilkan postingan dengan label ad diin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ad diin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Agustus 2012

HAL HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN USAINYA BULAN RAMADHAN

Pembaca yang selalu di rahmati Allah Kali ini sang pencari judul skripsi akan memaparkan sedikit kuliah subuh di masjid PDM kota Malang  (27 agustus 2012). Let’s chek it out.....

     30 hari bersama bulan yang penuh berkah adalah waktu yang sangat singkat. Dengan waktu yang sesingkat itu sudahkah kita menjalankan segala amalan kebaikan di bulan suci?apakah kita termasuk orang yang beruntung atau sebaliknya kita termasuk orang yang merugi? Kitalah yang dapat menjawab sekelumit pertanyaan - pertanyan di atas dengan pengevaluasian diri untuk menjadi lebih baik dari hari kehari.
      Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan di bukanya segala pintu ampunan dan banjir pahala yang melimpah. Setiap amalan kita semakin tertata dan orang semakin berlomba lomba dalam kebaikan.namun ketika ramadhon berakhir atau mungkin bisa dikatakan menjelang akhir bulan romadhon masjid yang biasanya di penuhi oleh puluhan jamaah di waktu menjelang sholat isya’ dan subuh kini semakin sepi apalagi setelah usainya bulan romadhon, masjid bagaikan pohon yang tak berdahan bangunan nya sempurna tapi tidak ada keteduhan di dalam nya, padahal setelah bulan ramadhan usai bulan syawal pun sudah di pelupuk mata, itu artinya bukan saat nya kita untuk bermalas malasan karena syawal adalah bulan peningkatan taraf keimanan dan kekhusyu’kan kita di tahun kemarin sebagaimana kata mutiara “ jika hari ini lebih baik dari hari kemaren maka dia termasuk orang yang beruntung dan jika hari ini lebih jelek dari hari kemaren maka dia termasuk orang yang merugi”. Hayoo mau pilih mana sobat???
      Dengan demikian itu artinya kita harus selalu mempertahankan amalan kebaikan di bulan suci ramadhan, tidak sekedar mempertahankan bahkan jauh lebih baik jika di tingkatkan di bulan syawal ataupun di bulan bulan berikut nya.untuk itu di sini akan dipaparkan beberapa hal yang harus di pertahankan di bulan syawal dan bulan bulan berikut nya. Hal hal tersebut  antara lain :
1. menjauhkan diri dari hal hal yang menyebabkan dosa dan maksiat
2. Selalu berhati hati dalam bertindak
3. Meningkatkan ukhuwah islamiyah (memakmurkan masjid)
4. Senantiasa bersikap ihsan (sikap yang senantiasa d tunjukkan dengan kebaikan
5.  Pengendalian diri yang kuat.

Senin, 18 Juni 2012

Islam Yang Haqiqi



Hidup itu penuh dengan lika-liku, kadang sedih, kadang senang, kadang gembira, kadang kecewa,,dan yang terpenting ne hidup adalah persaingan. banyak orang beranggapan hidup itu Cuma sekali, maka mereka merasa rugi ketika mereka memfonis hidup nya sengsara, sehingga banyak orang yang menghalkan yang haram, dan mengerjakan yang subhat,,
Mereka lalai akan kenikmatan dunia, bersaing demi mendapatkan kenikmatan sesaat  dan menhalalkan segala cara demi mendapat kepuasan,,
Bersaing dalam islam se boleh,, tapi bersaing dalam hal kebaikan dunk!!! Katanya se kita umat islam yang saling menyayangi sesama muslim tapi kenapa masih ada beberapa gerombolan  yang kolot yang beranggapan ini lho saya paling benar yang lain tu salah,, ,, di antara mereka saling membenarkan pendapat masing-masing ,saling membanggakan,, dan taasub yang kuat tanpa memandang hal positif yang terkubur karena kesombongan itu,,,
Apakah hal demikian yang dikatakan cinta & kasih sayang sesame muslim,,??????
Islam itu datang dengan kedamain,, bukan pertentangan dan permusuhan,,, yang menyebabkan perpecahan di kalangan umat islam dan kaum muslimin, ketahuilah kaum muslimin itu ibarat sebuah rangkaian listrik,, yang menhasilkan arus listrik dan jikalau ada satu rangkaian yang terputus,, maka arus listrik itu akan terputus sehinnga pemadaman pun terjadi begitu pula dengan umat islam,,ketika kekokohan persaudaraan terputus maka egolah yang menang…,,
Sadarkah kalian dengan semua ini?????????????
Jangan bilang cinta sesama muslim jikalau  masih ada perseteruan di antara sesama dan pertentangan di dalam nya,, mari kita bersama sama intropeksi diri sudah kah kita menyayangi saudara kita seperti kita menyayangi diri kita sendiri????????????????
Jaga persaudaraan kita ,,,,, kita kokohkan dan kita ikat dengan naungan cinta & kasih sayang,,,,,,meskipun kita dalam suatu gerombolan / golongan yang berbeda, saling mengisi dan saling memberi…. Dan yang paling tepat ne berdiri di atas dan untuk semua golonganja,,,hehehe ambil yang baik2 dan tinggalkan yang buruk,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!
Uhibbukum fiillAh………..

Minggu, 17 Juni 2012

Imam Syafi'i


Ban 7
Perjalana  Ke Irak
Imam syafi’i  di bawa ke irak  dengan keadaan diikat tangan nya bersama sembilan orang dari golongan pemberontak(alawiyyin) . Kaki dan leher nya dirantai atas arahan khalifah pada waktu itu.
Khalifah datang  dengan didampingi Muhammad  bin hasan, beliau adalah seorang hakim   yang membantu syafi’i, kemudian dia berkata : “Allah itu menyukai kebaikan, saya bertanya kepadamu  apakah hal ini yang dinamakan kebaikan?.”
Khalifah memerinthkan untuk membunuh Sembilan orang pemberontak alawiyyin , selain itu imam Syafi’i juga dituduh atas pahamnya terhadap syiah, imam syafi”I menyaksiskan  apa yang menimpa mereka, maka dia merasa terusik dan merinding seraya berkata :(“salam perdamaian kepada anda wahai pemimpin umat)
Setelah menjawab salam dari imam syafi’I khalifah berkata : telah datang masa (tahun) akan tetapi belum dapat terlaksanakan  sesuai dengan apa yang diharapkan, merupakan suatu keanehan ketika anda berbicara di kepemerintahan ku tanpa seizin ku.
Imam syafi’i berkata : Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an : Dan Allah telah berjanji  kepada orang orang yang beriman diantara kamu orang yang mengerjakan amal-amalyang saleh, bahwa dia akan sugguh sungguh menjadikan mereka berkuasa dibumi, sebagaimana dia telah menjadikan oang orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai Nya, dan dia benar benar akan menukar (kadaan) mereka, setelah mereka dalam keadaan yang ketakutan menjadi aman sentosa.
Allah senantiasa menepati janji, kamu telah tinggal di bumi Nya, Allah memberikan rasa aman setelah rasa takut, sebagaimana anda menjawab salam dari saya , semoga Allah memberikan rahmat kepada mu seperti hal nya keutamaan yang engkau miliki.
Khalifah berkata :  apa alasan kamu waha syafii ketika kamu terungkap sebagai seorang pemberontak bersama sama orang alawiyyin, bukankah kamu adalah pemipin mereka?
Imam syafi’I berkata: sebagai mana apa yang telah aku katakan, saya akan bertutur dengan jujur dan adil, akan tetapi sangatlah sulit ketika aku berbicara dengan tangan yang terikat dengan besi yang berat, jika anda berkenan melepaskan nya dariku saya akan mengungkapakan sendiri, akan tetapi jika sebalik nya, maka anda adalah sebagai tangan yang di atas (pemberi ) sedangkan saya adalah tangan yang dibawah (peminta), Allah maha kaya atas segala sesuatu.
Kemudian khalifah memerintahkan untuk melepaskan besi yang mengikat tangan syafi’I kemudian menyuruhnya duduk.
Imam syafi’I berkata  :  hina bagi Allah orang semacam ini , Allah berfirman : Wahai orang yang beriman, apabila datang seorang fasiq dengan membawa suatu informasi ,maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakkan musibah kepada suatu kaum karena kebodohan, sehingga kalan menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan. (al Hujurat : 6)
Kamu  telah berjiwa besar sebagai mana kekuasaan mu, bagi ku kesucian akan islam dan keturunan dari orang yang baik sudah cukup menjadi perantara, kamu lebih berhak melantunkan kitab Allah, kamu adalah anak dari paman rosululh saw, lebih dalam beragama, luas pengetahuan nya,  sedangkan saya bukanlah seorang yang terpelajar, dan jika aku masuk kepada suatu kaum maka aku termasuk golongan yang terhina, aku hanyalah keturunan abdul muthalib bin abdi manaf sebagaimana silsilah ku Muhammad bin idris bin usman bin syafi’ bin saib dst…
Kemudian sang khalifah memotong pembicaraan seraya berkata : kamu Muhammad bin Idris?
Imam syafii menjawab: aku medapat julukan  sebagai ahli fiqih sedangkan hakim yang berdiri d ujung sana talah mengetahui akan hal ini.  
Kemudian khalifah menghampiri hakim  tersebut Muhammad bin Hasan ,yaitu hakimyang telah mengetahui akan ilmu imam Syafi’i kemudian khalifah berkata: wahai Muhammad ! apa benar yang di katakana ini?
Muhammad bin hasan menjawab : imam syafii memiliki pengetahuan yang luas, akan tetapi hal ini tidak menghilangakan dia sebagai terdakwa.
Khalifah berkata kepada pengawal nya : lepaskan dia sampai aku mengetahui hal yang sebenar ya.
Riwayat  ini dikuatkan oleh Muhammad bin hasan sebagai penghormatan atas ilmu yang dimiliki syafi’i. riwayat  yang lain juga mengatakan kebohongan yang tersirat bahwa Muhammad bin hasan menghasut Harun Ar Rasyid untuk membunuh imam syafi’I .
Sedangkan ibnu hajar membantah riwayat yang menyatakan hasutan Muhammad bin hasan pada khalifah,dia berkata bahwasanya Muhammad bin hasan bin imam usman ahmad az zubaidi,adalah orang yang bersama  imam syafi’I di bagdad.
Hasan berkata: kamu berada di kawasan Muhammad bin hasan, maka keluarlah Muhammad dengan berkendaraan, dia melihat imam syafi’I telah datang, kemudian dia  turun dari kendaraan nya, dan berkata kepada pengikutnya: pergilah dan minta maaflah karena dia adalah seorang yang menepati janji.  
Imam syafi’I berkata : kita mempunyai waktu selain saat ini, dia bermaksud kembali lagi untuk yang kedua kalinya, jika tidak ada desakan untuk melanggar janjinya dan permintaan maaf terhadap nya.
Muhammad bin hasan berkata : tidak , maka Muhammad bin hasan meraih tangan syafi’I dan membawanya masuk ke rumah nya.
Melihat dan mengomentari cerita ini, maka  abu hasan berkata : pilihlah  majlis yang diadakan syafi’I di kediaman khalifah, ataukah  majlis harun ar rassyid?.
Kemudian abu hasan menambahkan seraya berkata: aku tidak pernah melihat bahwa Muhammad mengagungkan seseorang seperti mengagungkan imam Syafi’i. kemudian Muhammad bin hasan mengajak imam Syafi’I ke rumah nya, khalifah pun sangat senang dengan nya.
imam Syafi’i menerima ajakan muhammad bim hasan seperti yang di tentukan sebelum nya, kemudian dia berkata di hadapan bangsa mesir : ketahuilah, saya bukan lah orang yang seperti kalian pikirkan
 imam Syafi’imengikuti majlis bersama Muhammad bin Hasan,beliau  menyelenggaran sebuah majlis dakwah , dengan mengikuti majlis tersebut Imam Syafi’i mendapatkan kedudukan yang tinggi dan mulia di mata bangsa mesir, mereka semakin mengetahui akan luas nya ilmu Syafi’i , sampai akhir nya salah seorang diantara mereka berkata :
kita telah banyak mengikuti majlis Muhamman bin Hasan,akan tetapi hari ini adalah hari yang istimewa, karena saya bisa bertemu imam Syafi’, orang quraisy yang cerdas, faham, pintar,  pikiran nya jernih, luas kefahaman nya, IQ nya tinggi dan cepat dalam menangkap, meskipun beliau telah dikeluarkan oleh bangsa lain dari seorang ilmuan yang ternama.
Kemudian Khalihah Ar rasyid memanggil imam Syafi’i setelah beliau memaafkan nya, beliau mengetahui akan luas nya ilmu Syafi’i, ketika itu juga khalifa ar Rasyid  mengundang para ulama’ ternama  baghdad, kemudian khalifa Ar Rasyid berkata kepada imam Syafi’i : bahwasanya kami telah mempertimbangkan garis keturunan dan ilmu anda, oleh karena itu  jelaskan  wahai Syafi’i ilmu anda megenai Al Qur’an, karena kepada Alqur’an lah pedoman kita dalam mengerjkan sesuatu.
Imam Syafi’i berkata : kitab yang mana dari kitab – kitab Allah  yang engkau tanyakan kepada ku wahai khalifah?karena Allah telah menurunkan banyak kitab.
Khalifah Ar Rasyid berkata sambil tersenyum:kamu benar, akan tetapi  saya bertanya tentang kitab Allah  yang diturankan kepada nabi Muhammad S.A.W
Imam Syafi’i berkata :ilmu di dalam Alqur’an itu banyak, apakah anda menanyakan tentang hukum - hukum nya,ataukah tentang tasybih nya, pendahuluan, penutup nya, pengumpulan nya, atau tentang pembukuan nya.
Terkejutlah khalifah Ar Rasyid dan seluruh majlis mendengar jawaban imam Syafi’i, kemudian mereka bertanya tentang beberapa ilmu nya yang di dapat dari wawasan pengetahuan nya dari ilmu bumi, ilmu hitung, kedokteran dll.
Para hadirin mendengarkan dengan seksama,kemudian mereka mulai mengagumi luasnya pengetahuan imam Syafi’i,maka khalifah Ar Rasyid memberikan nya seribu dinar kepadanya, imam Syafi’i pun memerima nya dengan mengatakan terimakasih.di susul pemberian dari salah seorang pembesar kerajaan, beliau memberi imam Syafi’i beberapa dinar dan emas, maka imam Syafi’i menolak nya sambil mengatakan terimaksih kemudian berkata: saya tidak menerima pemberian dari seseorang yang di bawah ku, aku hanya menerima pemberian dari khalifah saja.
Seperti yang di ceritakan tentang imam Syafi’i sebelum nya, bahwasa nya Konflik perpolitikan tidak memberi kesempatan dalam suatu perkara secara bebas . maka beliau tetap berada pada pendiriannya untuk tidak masuk dalam perpolitikan untuk yang kedua kali nya. Seperti halnya muhammad bin hasan yang terlibat dalam perpolitikan pada masa Abasiyah akan tetapi dampak nya ada pada setiap masa ini.
Imam Syafi’i telah berjanji pada diri sendiri,untuk tidak bergelut dalam lembaga kepemerintahan, akan tetapi beliau tidak ingin masuk dalam perpolitikan. Beliau ingin mengabdikan diri nya pada pemerintahan guna mencari pengetahuan yang luas dan pemahaman yang dalam baik dalam ilmu fiqih, karena tidak ada ssesuatu yang mulia bagi nya  kecuali ilmu.
Imam Syafi'i mengaku bahwa ada kekeliruin sewaktu dia berada di yaman,dia dihadapkan pada permasalahan yang  membuat beliau menjadi terdakwa, dimana dia tidak bersalah.Imam Syafi’i tinggal di irak untuk belajar.beliau memperdalam ilmu nya, dan mengadakan banyak percobaan percobaan .
Muhammad bin hasan adalah murid dari abu hanifah, maka imam Syaf’i belajar kepada nya tentang fiqih,terdapat suatu  kabar bahwa ada suatu pertentangan anatara ke dua  nya yang berpengaruh pada kota tersebut.
Peristiwa tersebut bukanlah sebab dari kesalahan(sisi negatif ) imam Syafi’i ketika beliau menentang guru nya (Muhammad bin Hasan ),maka imam Syafi’i merasa malu untuk menemui gurunya disebabkan ada nya perbedaan pendapat tersebut, namun dia hampir keluar sampai ada nya kesesuaina dengan guru nya.dia terus mempertahankan pendapat nya tentang hak hak pemilikan dan amal perbuatan penduduk kota, begitu juga tentang sunnah sunnah yang di amalkan Rosulullah, sampai beliau mendapat  gelar yang di berikan bangsa irak kepada nya, gelar tersebut adalah ‘NASHIRU SUNNAH” , maka beliau pun terkenal dengan gelar tersebut,dan merupakan suatu kenikmatan bagi imam Syafi’i.
Seiring dengan berjalan nya hari, semakin banyak pula perdebatan imam Syafi’i dengan muhammad bin hasan, keduanya saling besikeras. Namum imam Syafi’i terus mengelak dan dia merasa malu atas perdebatan nya dengan gurunya.pada akhir nya atas dasar hasrat kemanusiaan , dari perdebatan tersebut menghasilkan seni dalam sastra perdebatan dengan fleksibelitas yang sesuai.
Imam syafi ‘i telah memperoleh seni dalam perdebatan dari guru nya, muhammad bin hasan, hali ini sesuai dengan tindakan mhammad bin hasan ketika  di tanya oleh salah seorang murid nya  : apakah imam Syafi’i t mempengaruhi kita, jikalau pendapat mu selalu berbeda dengan nya dalam pemikiran?
Dia menjawab: telah terbukti pada pertanyaan diatas ketika kamu mendengarkan.
Telah  datang kebenaran perkataan imam Syafi’i  ,tidak ada nya kesalaan ketika perdebatan berlangsung. Tidakada satu orang pun yang menyebutkan kejelekn nya, imam Syafi’i pun menasehati murid nya sesekali maka ia berkata :  jagalah telinga mu tentang pendengaran pendegaran yang khianat, sebagaimana kamu menjaga lidah mu ketika kamu berkata,karena sesugguhnya pendengaran  adalah sekutu dari pembicara.
Imam Syafi’i berbicara tentang seni muhammad bin hasan dalam suatu perdebatan, maka dia berkata : aku tidak melihat seseorang kecuali perubahan wajah atas apa yang di lakukan muhammad bin hasan.
Di dukung nya buku buku, catatan catatan dengan sistem percakapan dan perdebatan antara imam Syafi’i dan Muhammad nin Hasan,adapun perdebatan yang paling besar adalah ketika membicarakan perbedaan antara pemahaman yang menggunakan ra’yi dalam berhujjah di Irak,hal ini berpengaruh pada tindakan tindakan bangsa Mekkah selanjut nya di Hijz, kemudian keduanya mulai sejalan tentang pendapat mereka sebelum nya, imam Syafi’i adalah pemegang Hadist Nabi, dia merasa bahwa agama berada di leher nya sebagai landasan tindakan bangsa madinah dan pembesar – pembesar nya, adapun muhammad mengetahui akan luas nya ilmu imam Syafi’i yang seluas daratan.
Dari pemahaman bersama , setiap kedua nya mempunyai pendapat, dan keseriusan dalam berseni yang sangat dibutuhkan orang orang yang berilmu pada masa sekarang ini.
Sangat penting  sekali, jika kita sedang membicarakan seni dalam perdebatan yang menhilangkan pundi pundi kata  serapan quraisy sebagaimana yang di tujukkan oleh Muhammad bin Hasan.
Pada suatu hari muhammad bin hasan berkata pada imam Syafi : kita telah berbeda pendapat tentang masalah gasab( mencuri)
Imam Syafi’i berkata :Allah membenarkan mu, atas segala sesuatu, kamu berkata pada suatu perdebatan,maka aku akan memuliakan .
Muhammad bin hasan mulai berdebat dan berkata : apa yang kamu katakan kepada laki laki pengghosob tanah, yang kemudian membangun rumah diatas tenah tersebut, serta menginfakkan kepada nya seribu dinar, kemudian pemilik tanah datang,membawa saksi untuk membenarkan bahwa tanah ini milik mereka.
Imam Syafi’i berkta: aku akan berkata kepada pemilik tanah tersebut,apa kamu rela mengambil hikmah infaq  tersebut? Jika tidak rela maka robohkanlah bangunan itu, dan bayarlah kepada nya.
Muhammad bin Hasan berkata  : dan apa yang kamu katakan kepada si pencuri tanah tentang kayu yang di pakai nya, kemudian digunakan untuk pembuatan kapal ,kemudian kapal tersebut berlayar mengarungi lautan. Apakah kamu akan mengambil kayu tersebut? maka datanglah pemilk kayu tersebut menyaksikan peradilan tersebut, apakah kamu tidak memperhatikan hal ini?
Imam Syafi’i berkata : tidak
Muhammad bin Hasan berkata : Allah Maha besar, kamu meninggalkan perkataan mu,yang kamu maksud dalam perkataan mu adalah tanah dan bangungan itu.
Muhammad  berkata :  apa yang kamu katakan pada si pencuri ,tentang benang yang dipakainya untuk menjahit dalam sebuah oprasi?,maka datanglah pemilik tali tersebut menyaksikan peradilan tersebut bahwa sanya tali tersebut di gunakan sebagai pondasi jahitan hasil curian,apakah kamu tidak memperhatikan hal ini?
Imam Syafi’i berkata : tidak
Muhammad bin hasan bertkata : Allah Maha besar, kamu meninggalkan perkataan mu, para hadirin juga mengtakan demikian : wahai Syafi’i kamu telah melenceng dari apa yang kamu katakan.
Imam Syafi’i berkata : jangan lah kalian terburu buru, apakah kalian mengetahui jikalau papan kayu tersebut adalah kepunyaan nya, kemudian dia ingin melepaskannya disaat kapal sedang berlayar dilautan? apakah hali ini di perboleh kan atau di haram kan?
Muhammad bin hasan berkata : di haramkan
Imam Syafi’i berkata : apakah kamu tidak melihat ketika pemilik tanah datang, dia ingin menghancurkan bangunan tersebut, apakah hal ini perboleh kan atau di haram kan?
Muhammad bin Hasan berkata : di perbolehkan
Imam Syafi’i berkata :  Allah menyayangimu, bagaimana kamu menetapkan hukum haram dan mubah?
Muhammad bin hasan berkata : bagaimana yang kamu lakukan dengan pemilik kapal
Imam Syafi’i berkata : saya memerintahkan nya untuk menepi  , kemudian saya berkata kepada nya :lepaskan kayu tersebut dan kemudian bayarlah.
Muhammad bin Hasan berkata : Tidak boleh melakukan kemudaratan dalam islam.
Imam Syafi’i berkata :siapa yang membahayakan diri nya?dia membawa kemudharatan sendiri.
Kemudian imam Syafi’i menetapkan permasalahan hukum yang lain,maka dia berkata :
Apa pendapat kamu jika ada sesorang yang mulia kemudian dia mengambil barang milik dari seseorang yang terhina(junz) pada suatu urusan tertentu,kemudian di kembangkan nya menjadi 10, semua nya adala hakim sebagai pondasi untuk pengkhotbah, maka di datangkanlah pemilik harta tersebut yaitu seorang ibu dan anak anak yang memilikinya,oleh karena itu apa yang harus kita lakukan?
Muhammad bin hasan berkata : saya akan menghukum anak anak dari pengmbil tersebut.
Imam Syafi’i berkata : Allah memuliakan mu, bukan dua perkara ini lebih banyak mendatangkan kemudzaratan,untuk melepas ajang ini dan mengembalikan nya kepada pemilik nya, ataukah menghukum para anak anak tersebut ?
Kemudian muhammad bin hasan diam tanpa bisa mengucapakan perkataan apa apa.
Menyebarlah kabar perdebatan antara imam Syafi’i dan Muhammad bin Hasan ke telinga khalifah Harun Ar Rasyid, kabar kemenangan imam Syafi’i dalam perdebatan, maka khalifah mengajak imam Syafi’i pada setiap perdebatan, kemudian dia berkomentar  sambil tersenyum:sebagaimana yang dikatakan muhammad bahwas nya Rosulullah SAW bersabda : sesungguh satu akal /pemikran orang quraisy sama dengan dua akal orang .
Imam Syafi’i memnggelar sekolahan fiqh diirak, hal ini tidak terbatas dihadiri oleh majlis muhammad bin hasan saja, akan tetapi bisa di hadiri oleh majlis Hasan bin ziyadh yaitu salah satu ulama’ terkemuka di irak, begitu juga majlis waqi’ bin jirrah salah seorang terkemuka dan ulama’ pada masa itu.
Akhir nya muhammad bin hasan berkata kepada murid nya bahwasanya dia memuji ilmu yang di miliki imam Syafi’i .(jika kamu mengikuti pemikiran imam Syafi’i , maka lakukanlah).
Kemudian harun Ar Rasyid menetapkan imam Syafi’i sebagai hakim di beberapa wilayah orang muslim, hal ini berpengaruh positif karena mengadakan pemberbaharuan ilmu ,kemudian dia kembali ke mekkah untuk hidup bersama keluarganya dan bani qurisy.
Dari pemaparan senelum nya telah memberikan manfaat yang banyak, kemudian imam Syafi’i memulai alur penyebaran ilmu nya dari Yaman, yang mana dulu nya dia pernah di siksa,kemudian berakhirlah semuanya itu dan sampailah ia dalam suatu penghormatan yang tinggi dikalangan orang quraisy. Maka khalifah menawarkan suatu kenikmatan sedangkan imam Syafi’i menolak nya.
Imam Syafi’i pindah ke mekkah, di sana dia menggerakkan penyebaran ilmu nya,maka dia menrima pendapat ahlu ra’yi sebagaimana dia menerima pendapat ahlu sunnah, karena diantara kedua nya tidak jauh berbeda dalam beberapa perdebatan,dan memulai untuk memantapkan di hatinya.

BAB 8
Pembaharuan Baitul Haram
Di halaman masjid Nabawi duduk  seorang laki laki yang faseh dalam bertutur kata, berkedudukan tinggi, yang tergambarkan dalam sosok diri nya yaitu : pakain nya sopan dan bersih,disukai banyak orang,berakhlak baik, bagus dalam membaca Al Qur’an, kuat dalam pendirian, tak satupun orang yang menyainginya, dan apabila bertutur kata seperti mebaca Alquran.
Imam Syafi’i duduk di halaman msjid nabawai, ketika itu dia telah berumur 34 th,dia kembali dari irak setelah dia menerima pemikiran dari golongan ahlu ra’yi,begitu juga ketika dia telah berguru kepada muhammad bin Hasan maka semakin luas lah ilmu nya dan dan bertambahlah kepahaman nya mengenai fikih .
Setelah itu tumbuhlah pada diri imam Syafi’i akan kesukaan mengambil sebuah ketetapan dengan ijtihad, setelah melihat dari beberapa madzhab dan cabang cabang nya, dan halinilah yang membuat dia menerima akan kesemuanya itu.
Imam Syafi’i mengadakan banyak pertemuan dalam rangka menuntut ilmu, dengan ketentuan bahwa  imam Syafi’i yang sudah terkenal akan kemulian nya sedari dulu,sebagaimana terdengar khabar tentang tata cara baru nya dalam mengambil suatu ketetapan.
 Golongan imam Ahman bin Hanbal yang datang ke mekkah untuk melaksanakan haji yang didalam nya ada  muhammad bin Fadl Al fara’i, kemudian mereka mengelilingi masjid untuk mencari nya, kmudian dia mengira bahwa golngan Ahmad bin hambal menentang majlis ibnu ayniyah yaitu  seorang ahlu fikih di mekkah . mereka pun tidak menemukan imam Syafi’i kemudian mereka melihat lihat keadaan sekitar dalam pemberbaharuan (pelopor ) rumah suci Allah. Kalian telah datang  hanya untuk melasakan sholat fardhu saja,  apabila mereka menemukan nya maka mereka ke  orang arab.kemudian Fara’ berkata :wahai Abdullah, kamu telan meninggalkan majlis ibnu aynayh sedngkan kamu datang hanya untuk seperti ini?
Imam Ahmad berkata kepada pengikut nya : diamlah , jika kamu melawatkan sesuatu yang baru, maka kamu akan ketingaalan, dan jika kamu melewatkan majlis ini , maka kamu tidak akan pernah menemukan hal semacam ini,akupun tidak pernah melihat orang yang lebih paham dari pada pemuda ini.
Al faruk berkata : siapa dia?
Imam ahmad berkata : Muhammad bin Idris.
Majlis imam Syafi’i telah meluas dan membesar sebagai tempat belajar ilmu fikih di mekkah, majlis yang sering di kunjungi orang di masjidil haram, sebagai wahana tanya jawab soal agama dengan sebaik baik jawaban. Beliau berkata : aku akan mengabarkan mu tentang kitab Allah dan sunnak Rosulullah, dan perkataan para sahabat.
Haripun berlalu ,kemudian bertemulah murid imam Syafi’i dengan pembesar ulama’mekkah ibnu ainiyah, maka dia menanyakan beberapa ayat Al Quran dan hadist kepada murid imam Syafi’i,kemudian dia menjawab nya dan bergembiralah ibnu ainiyah dengan jawaban murid tersebut akan ilmunya.
Dalam majlis tersebut ibnu ainiyah berkata pada murid nya:apa pendapat kalian tentang pemahaman terhadap hadist ini:wahai ayahnya Abdullah ” sesungghnya syetan berada pada aliran darah manusia”.
Imam Syafi’i berkata kepada muridnya: jika kamu menuduh Rasulullah dengan tuduhan yang jelek maka kamu adalah orang yang kafir, akan tetapi Rasulullah pemurah dan pemaaf.
Dia berkata : jika kamu mengetahui sesuatu yang benar maka kerjakanlah dan jangnlah kamu berprasangka atasnya karena sesungguhnya nabi SAW adalah kepercayaan Allah atas sampainya wahyuNya.
Ibnu ainiyah berkata kepada muridnya: semoga Allah memberkatimu wahai ayahnya Abdullah.
Disebutkan dibeberapa riwayat bahwasanya imam Syafi’i mengarang sebuah kitab “ar risalah” yang terkenal di kalangan orang mekkah,beliau megarang kitab tersebut setelah dia dikenal orang di irak, maka di kirimkan kepadanya imam Abdurrahman seoorang ulama’ untuk membantunya sebagai sekertaris di Mekkah.kemudian dia meminta agar mengarang sebuah kitab yang berisi makna makna dari Al Qur’an, khabar khabar yang sudah benar kebenarannya, penguat akan khabar, nash wal mansuh tentang Al Qur’an dan Hadist, kemudian dia menamakan nya dengan kitab “Ar risalah”.
Di tempat suci umat islam (mekkah )berbondong bondonglah murid murid berdatangan untuk belajar kepada imam Syafi’i, diantara mereka adalah Al Hamidi  yang merupakan salah satu ulama’ terbesar dikalangan orang muslim.
Salah satu murid nya lagi adalah anak paman nya yaitu Abu ishaq Ibrahim  bin Abdullah bin Syafiq.imam Syafi’i tidak tinggal di mekkah selama hidup nya, sebagaimana yang dikerjakan seorang raja di kota, akan tetapi beliau terus mengadakan perjalanan sampai dia menemukan perjalanan terpentingnya di Irak untuk yang kedua kalinya.

















                                                                                                                                                  


Selasa, 12 Juni 2012

WANITA, BERAPA HARGA DIRI MU???



Penghargaan orang tergantung bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Apabila kita mematok harga murah untuk diri kita, maka murah jugalah Allah menghargai kita. Sebaik nya jika harga standar di terapkan tinggi, maka Allah pun memberikan harga yang setimpal.Islam telah mengangkat harga diri wanita. Namun, banyak wanita yang kehilangan harga dirinya. Padahal, kehilangan harga diri akan menghancurkan dirinya sendiri dan merusak masyarakat.

Persoalan wanita tidak pernah habis dibahas sejak dulu hingga kini. Menurut Imam Syahid Hasan Albanna, wanita menjadi barometer baik buruknya sebuah masyarakat. Rusaknya akhlaq wanita merupakan mata rantai yang saling bersambungan dengan kenakalan remaja, rapuhnya keluarga dan kerusakan masyarakat. Wanita yang rusak akhlaqnya, maka ia kehilangan harga dirinya.

Ada suatu rangkaian yang terus berkelindan antara kerusakan akhlaq seorang wanita dengan rusaknya sebuah masyarakat. Kerusakan tersebut banyak berawal dari dominasi akhlaq tercela yang menular pada generasi berikut dan lingkungannya. Tentu saja, wanita bukanlah penyebab tunggal kerusakan ini. Banyak faktor lain yang juga berpengaruh, diantaranya juga keburukan akhlaq para suami.

Sepenggal kisah tentang seorang anak yang sudah melacur di usia 13 tahun karena mengikuti jejak ibunya mungkin dapat mewakili fenomena tersebut. Besar di daerah pelacuran membuat Ani (bukan nama sebenarnya) belajar dari perilaku orang dewasa di sekitarnya. Tak perlu menunggu waktu lama untuk mempunyai ‘pelanggan’. Saat anak-anak seusianya masih menjalani pendidikan di tingkat SMP, Ani diam-diam sudah memiliki pelanggan dan akhirnya menjalani profesi itu. Berawal dari kerusakan akhlaq wanita? Tidak juga. Karena ibunya Ani menjadi pelacur karena dijual oleh bapaknya sendiri.

Islam adalah sistem perundangan yang pertama sekaligus terakhir menempatkan kaum wanita di tempat paling terhormat, paling baik dan paling indah. Islam memandang wanita sebagai manusia yang utuh dan sempurna sebagaimana kaum pria dalam hal penciptaan, kemanusiaan, perasaan dan hak-haknya. Sebagaimana firman Allah swt dalam al Quran. “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kalian, baik laki-laki maupun perempuan, karena sebagian kalian adalah turunan dari sebagian yang lain.” (Ali Imran : 195)

Saat wanita menjadi komoditi yang diperjualbelikan, sebagaimana terjadi kembali saat ini, Islam datang untuk memuliakan dan mengangkat harkat mereka, memelihara hak-hak dan kehormatannya. Islam membolehkan wanita berjual-beli, melakukan sewa-menyewa, bersedekah, menuntut ilmu, dan sebagainya, layaknya orang merdeka.

Tidak ada agama yang bisa berbuat adil terhadap kaum wanita sebagaimana keadilan yang diberikan Islam. Hanya orang yang tak paham Islam yang mengatakan bahwa Islam merendahkan harkat kaum wanita.Allah swt dalam al Quran menegaskan, “Dan kaum wanita itu memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (QS Al Baqarah : 228)

Aturan tersebut telah dibuktikan dalam kehidupan nyata dalam peradaban Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah saw sebagaimana sabda Nabi.
“Berikan wasiat kepada kaum wanita dengan baik.”
“Sebaik-baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.”


Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak untuk saya pergauli dengan baik” Beliau menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Lagi-lagi beliau menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Baru beliau menjawab, “Bapakmu, kemudian orang yang paling dekat dan seterusnya.”

Agama Islam dirancang untuk menjaga harga diri wanita. Allah menetapkan pernikahan, etika bergaul dalam interaksi sosial, sampai aturan hijab sebagai tindakan preventif dari berbagai kerusakan. Pernikahan dan arti keluarga, yang kini sering diperdebatkan urgensinya oleh sebagian masyarakat, dalam Islam merupakan sebuah kemutlakan. Mengabaikan artinya terbukti telah mengakibatkan kehancuran.

Ada beberapa yang perlu dilakukan muslimah dalam menjaga harga dirinya. Allah swt memerintahkan kaum wanita agar memakai penutup dan tidak menampakkan perhiasannya di tubuhnya, termasuk auratnya. Wanita tidak dibenarkan memakai pakaian yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya.

Orang-orang yang hatinya tertutupi kegelapan hidayah sering mengemukakan bahwa wanita memiliki kebebasan untuk tampil di depan publik. Menurut mereka, tidak perlu aturan menutup aurat, karena apa yang ada di benak seorang laki-laki ketika melihat wanita berpakaian seksi sangat dipengaruhi oleh pikirannya sendiri.

Padahal aturan hijab dan etika berinteraksi yang Allah tetapkan itu merupakan sebuah tindakan preventif dari terjaganya harga diri seorang wanita. Islam menentukan garis yang jelas dalam penampakan perhiasan yang berlebih-lebihan serta mengharamkan khalwat (menyepi dengan lain jenis yang bukan mahram).Aturan itu bukan berarti membatasi ruang gerak wanita. Wanita tetap dapat berinteraksi dalam masyarakat dengan syarat ia harus menjaga kesopanan dan kewibawaan tanpa keluar dari batasan syariat .

Sementara itu ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menjaga harga diri kita sebagai seorang muslimah, yaitu; Pertama, tingkatkan hubungan dengan Allah swt dan senantiasa berdoa agar diberikan kekuatan dan bimbingan. Kedua, tingkatkan pemahaman tentang agama, khususnya fiqh wanita. Ketiga, ciptakan lingkungan yang selalu menegakkan prinsip ‘amar ma’ruf nahi mungkar. Keempat, rajin meminta nasihat dan doa kepada orang-orang yang terjamin keshalihannya. Kelima, jangan putus beramal shalih. Keenam, jangan pernah putus harapan terhadap rahmat Allah. Insya Allah, harga diri kita selalu terjaga dan dijaga Allah.

Selasa, 12 April 2011

Teologi Al maun dan Pengentasan Kemiskinan

Teologi Al Maun dan Pengentasan Kemiskinan. Salah satu ciri gerakan Muhammadiyah di masa awal adalah orientasi praktis untuk menyelesaikan persoalan yang sedang di hadapi oleh masyarakat. Orientasi praktis tentu saja bukan berarti mengabaikan aspek pemahaman keagamaan yang mendalam. Bahkan, dari berbagai dokumen secara meyakinkan di temukannya korelasi antara pemahaman keagamaan dengan amal kegiatan. Pendek kata dalam melakukan gerakannya untuk penyelamatan dan kesejahteraan hidup masyarakat, muhammadiyah senantiasa mendasarkan pada dua hal yaitu, keimanan yang mengakar kuat dan pemahaman yang cermat terhadap realitas di sekitar nya. Muhammadiyah memahami bahwa tujuan luhur didirikannya agama adalah untuk menyelamatkan, membebaskan, dan mencerahkan kehidupan. Dalam konteks saat ini, di antara bentuk bentuk penyelamatan itu antara lain membebaskan manusia dari berbagai masalah seperti kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Sejak awal Muhammadiyah menolak sikap keberagamaan yang pasif dan dogmatif . Sebaiknya mengajak masyarakat untuk beragama secara aktif dan menyelesaikan masalah masalah yang bisa di terima dengan akal sehat. Muhammadiyah sebagai agen gerakan sosila keagamaan di tuntut untuk dapat melakukan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itulah KH Ahmad dahlan berupaya meletakkan basis teologi muhammadiyah yang bersifat konseptual, namun sekaligus dapat menyentuh praksis perubahan social. Disinilah KHA Dahlan menawarkan konsep Al Maun sebagai basis yang menjadi landasan gerakan actor Muhammadiyah. Islam memberikan perhatian yang mendalam terhadap orang orang lemah, yaitu orang orang yang miskin dan tertindas. Menurut islam, beriman dan berislam tidak sempurna jika tidak di ikuti oleh pemberian dan bantuan terhadap orang yang memberikan pertolongan. Dalam surat Al maun dengan tegas Allah menyatakan bahwa orang yang mempunyai kelebihan harta tapi tidak membantu orang yang membutuhkan pertolongan di sebut sebagai pendusta agama. Isi surat Al maun ini membicarakan beberapa sifat manusia yang di pandang sebagai pendusta agama dan ancaman terhapad orang orang yang melakukan sholat dengan lalai da riya’. Cukuplah kiranya surat Al maun ini menyadarkan kita bahwa beriman dan ber islam tidak sempurna jika tidak mempedulikananak anak yatim dan orang orang miskin di sekitar kita. Kita harus membuang jauh jauh anggapan bahwa keimanan terpisah dengan realitas social. Banyak pakar menilai bahwa marak nya aksi kekerasan dan teriris me di negri ini di sebabkan karena penduduk negri ini barada dalam lingkaran kemiskinan. Kemiskinan menyebabkan seseorang atau sekelompok gampang frustasi, berpikir pendek, dan cepat putus asa, sehingga mereka banyak di jebak untuk melakukan aksi akais kekerasan dan terorusme. Bahkan negri ini tidak akan pernah terbebas dari aksi aksi kekerasan selama kemiskinan masih menjerat penduduk negri ini. Karena itu, marilah kita tegakkan agama dengan membumikan pesan Almaun dalam keseharian kita guna meringankan penderitaan orang miskin di sekitar kita dan agar mereka merasa ada yang perduli terhadap mereka.Jika kemiskinan telah berlalu dari negri ini, maka negri ini tidak akan menjadi ladang subur bagi persemuaian benih benih terorisme. Kontekstualisasi Ideology gerakan Muhammadiyah. Fenomina gerakan Muhammadiyah pada awal abad ke -20 banyak menarik minat studi ketimuran. Kemunculan gerakan pembaharuan di tengah kolonialisasi menyiratkan dua arti/makna, yaitu menandai titik balik kesadaran ( truning point of consciousness) kalangan pribumi/islam ketika berhadapan dengan tembok kolonialisasi yang berdiri berdiri kokoh hampir di semua dunia islam, sekaligus merintis gerakan perlawanan melalui jalur cultural. Konsistensi kiprah organisasi yang lahir di kauman Yogyakarta ini dalam komitmen gerakan cultural nya menorehkan konstribusi pemikiran dan peran aktif dalam proses mencerahkan kehidupan beragama, mencerdaskan dan menyadarkan harga diri umat, serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Suatu ketika, pemuda Sujak, dengan penuh keberanian mengajukan pertanyaan kepada kyiainya, Ahmad Dahlan, apa sebabnya pengajian “arooaita” (Surat Al Maun) selalu saja diulang, malah sudah ketiga kalinya, padahal mereka sudah hafal dan mengerti maksudnya. Lalu KH Ahmad Dahlan bertanya, “Apakah kalian sudah mengamalkannya?” Pemuda Sujak tadi menjawab, “sudah bahkan setiap kali sholat saya membaca ‘arooaita’”. Lalu KH Ahmad Dahlan menanggapi, “Bukan itu yang saya maksudkan. Pengajian jumat yang akan datang, masing-masing orang membawa seorang miskin, anak yatim, makanan, beserta lauk pauknya, pakaian yang masih baik serta sabun untuk mandi.” Maka ketika tiba waktu pengajian berikutnya, beliau tidak menyuruh para santrinya membaca Al Quran tetapi memandikan anak yatim yang dibawa oleh para santrinya, mempersilahkan mandi orang-orang miskin yang sudah dewasa, sesudah mandi diberi pakaian yang bersih dan baik. Kemudian mereka bersama-sama makan dengan para anak yatin dan orang miskin itu. Sesudah itu sebelum pulang, para anak yatim dan orang miskin itu diberi bungkusan. Setelah kegiatan itu selesai seluruhnya, dengan wajah tanpa ekspresi yang berlebihan KH. Ahmad Dahlan berkata kepada para santrinya, “Sekarang mari kita pindah kekajian berikutnya.” Seperti itulah sedikit gambaran praktek pengajian yang dikelola KH Ahmad Dahlan. Beliau sering mengulang-ngulang materi pengajian sampai para santrinya benar-benar faham dan mau mengamalkannya. Beliau tidak melanjutkan kajian ke tema yang lain sebelum tema sebelumnya benar-benar dipahami oleh santrinya dan para santrinya mau dan tahu cara pengamalannya. Salah satu contoh dampak dari pengajian surat Al Maun di atas, para santri beliau lalu memikirkan cara-cara yang efektif untuk menolong anak yatim dan orang miskin. Maka didirikanlah rumah yatim piatu untuk menolong anak yang yatim piatu dan mendirikan lembaga Penolong Kesengsaraan Oemat (PKO) untuk membantu orang-orang miskin yang diantara kegiatannya yaitu berkerja sama dengan dokter-dokter orang Belanda (pada waktu itu dokter yang ada cuma orang-orang Belanda) melakukan pengobatan gratis bagi orang-orang miskin. Metode KH. Ahmad Dahlan dalam mengkaji Al Quran tidak semata-mata hanya dibaca dan dipahami, tetapi meningkat pada pelaksanaan kongkrit di tengah-tengah masyarakat. Pemahaman terhadap Al Quran belum sempurna bila tidak diiringi pelaksanaan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan nyata. Kejumudan dan kemiskinan yang di alami oleh rakyat Indonesia pada saat itu bukan hanya di sebabkan oleh penjajahan senata. Namun juga oleh sikap pemahaman yang salah terhadap ajaran islam. Melalui persyarikatan Muhammadiyah, Kyai Dahlan mempunyai cita cita social yang ingin di wujudkannya, terutama pembelaan dan pemberdayaan terhadap kaum mustadifin. Dalam melaksanakan cita cita social nya ini, kyai Dahlan tidak hanya berteori dan menganjurkan, akan tetapi juga bersedia berkorban untuk mempraktekkan cita cita social nya, yakni terutama tercapai nya suatu masyarakat egaliter yang menyantuni anak anak yatim dan orang orang miskin. Disuatu pagi buta Kyai Dahlan memukul kentongan untuk mengumpulkan tetangganya untuk mau membeli peralatan rumah tangganya seperti kursi, meja, jam dinding, dan sebagai nya dalam sebuah lelangan spontan. Kyai Dahlan menjelaskan bahwa perolehan dari lelangan tersebut akan di gunakan untuk “modal”perjuangan, termasuk menyantuni fiqora(kaum fakir), masakin(kaum miskin), dan anak anak yatim. Tak salah kiranya jika menurut Amin Abdullah jika kyai Dahlan di sebutsebagai “a man of action” dan bukan “a man of thought”semata. Inilah yang menjadikan persyarikatan Muhammadiyah bias eksis sampai saat sekarang ini yaitu”sedikit bicara banyak bekerja”atau”satu kata dengan perbuatan”. Jika di teliti lebih lanjut, cirri cirri perjuangan Muhammadiyah yang mencakup:Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid, maka dapat kita tarik bahwa semuanya itu mempunyai implikasi terhadap relita social. Dengan kata lain , kesemuanya itu tidak bisa di pisahkan dari aspek social. Dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah di sebutkan bahwa maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah “mewujudkan dan menjunjung tinggi agama islam sehinnga terwujud ny masyarakat utama, adil dan makmur yang di ridhai Allah SWT. Ini berarti maksud dan tujuan dari persyarikatan Muhammadiyah tak lain dan tak bukan adalah ingin mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alaminbukan hanya bagi umat islam semata, namun juga bagi umat yang lainnya. Lintas agama, suku, ras, bangsa, malah juga bagi makhluk lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Peran Umat Bagi Pencerahan Peradaban Islam. Pada saat kapitalisme hadir sebagai ideoligi dominan, agama yang di harapkan sebagai ideology alternative, ternyata juga tidak mampu menawarkan advokasi terhadap ketimpangan social, apalagi sebuah solusi. Agama nyaris tidak menyentuh proses social yang tidak adil, sebalik nya yang lahir dari agama adalah culture struggle dan social struggle. Memasuki abad ke -21 ini, masyarakat bangsa yang mayoritas umat Islam belum bangkit dari tidur panjang nya. Ia masih menjadi objek tak berdaya dari kekuatan kapitalisme global dan berbuah pada konstruk pembangunanisme yang di praktekan saat ini pada semua level pemerintahan kita. Kemerdekaan yang kita raih, ternyata masih sebatas kemerdekaan dari penjajahan fisik, namun belum merdeka dari kemiskinan, keterpurukan, kebodohan dan keterbelakangan. Muhammadiyah sebagai organisasi modernis islam tertua di Indonesi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912 di Yogyakarta lahir sebagi perwujudan keprihatinan karena melihat kenyataan umat Islam yang tidak menjadikan Al Qur’an dan tuntutan Rosulullah sebagai sumber ajaran yang murni.Dalam hal ini KH Ahmad Dahlan menghendaki agar dengan Muhammadiyah, masyarakat Islam membumikan dan menggerakkan Islam dengan pendekatan keorganisasian. Prof DR Hamka mencatat tiga faktor yang mendorong lahir nya Muhammadiyah. Pertama, keterbelakangan dan kebodohan umat Islam dalam hampir semua bidang kehidupan.Kedua, kemiskinan yang parah yang di derita umat.ketiga, kondisi pendidikan Islam yang sangat kuno seperti pada pesantren pada saat itu. Latar ini adalah lahiran dari pesan Islam yang termaktub dalam Al Qur’an, tepat nya pada ayat ayat Al Maun. Di tengah kondisi social keutamaan yang semakin timpal, kemiskinan menjadi tontonan di depan mata, dan keterbelakangan sangat akrab dengan keadaan kita maka menjadi teguran keras bagi “institusi-institusi” Agama, termasuk Muhammadiyah untuk melakukan respon secara optimal. Maka dari itu Muhammadiyah harus secara lebih serius mampu menunjukkan eksistensi Islam akan keperduliannya terhadap kaum lemah dengan melakukan interupsi social sebagai keprihatinan iman yang selama ini di nikmati sendiri. Maka dari itu di tengah semarak nya muncul nya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Muhammadiyah muncul dengan gerakannya yang bertitik pada kepedulian social yang di wujudkan dengan amal usaha nya seperti pendirian rumah sakit Muhammadiyah,sekolah sekolah Muhammadiyah, panti asuhan Muhammadiyah dan pendirian panti jompo yang semuanya itu adalah bentuk dari kepedulian terhadap kaum yang lemah dan guna menyelamatkan bangsa dari kemiskinan,kebodohan dan keterbelakangan. Karena muhammadiyah mengartikan bahwa agama adalah penyelamatan dan yang perlu di selamatkan disini adalah bukan hanya diri sendiri melainkan lingkungan dan sekitar demi mewujudkan Negara yang adil makmur yang di lindungi oleh Allah SWT.Teologi Almaun (Al manuisme, meminjam istilah prof Din Syamsudin) ini adalah bukti keberpihakan Islam kepada kelas masyarakat tertindas oleh kebringasan struktur dan cultur global. Sehingga Islam tidak cenderung elitis, Simbolis yang hanya melahirkan manusia manusia yang saleh secara individual. Muhammadiyah dan Amal Usahanya Banyak orang yang mau jadi anggota muhammadiyah karena ingin menjadi karyawan di amal usaha muhammadiyah. mereka hanya mencari hidup di muhammadiyah. padahal Pak KH A. Dahlan pernah berwasiat yang intinya, hidup-hidupkanlah muhammadiyah dan jangan mencari hidup dari muhammadiyah. kalau kita menghayati kata-kata itu, beliau berharap agar anggota muhammadiyah membangun masyarakat, negara dan ummat Islam melalui sarana persyarikatan Muhammadiyah, hal ini berarti anggotanya harus berkorban harta,waktu, dan jiwa untuk mewujudkan hal tersebut. bukan malah mencari harta di muhammadiyah. Pak Dahlan saja pernah menjual seluruh hartanya kecuali beberapa baju dan peralatan rumah tangga yang pokok. beliau lakukan itu untuk mendukung dakwahnya dan menjadikan rumahnya sebagai madrasah. pak AR Fachrudin ketika meninggal, dia tidak meninggalkan harta. di kasih mobil sama Pak Presiden suharto malah di berikan untuk Muhammadiyah, rumahnya sekarang jadi gedung PP Muhammadiyah Jl Cik Ditiro. Tetapi yang jadi masalah, amal usaha Muhammadiyah itu dah terlalu banyak, tetapi anggota Muhammadiyah yang kompeten mengurus amal itu masih sangat sedikit. akhirnya yang mengurusi amal usaha itu banyak dari orang-orang yang hanya mencari hidup dari Muhammadiyah atau orang-orang yang berkepentingan memanfaatkan amal usaha muhammadiyah untuk tujuan kepentingan pribadinya atau kelompoknya. Alangkah baiknya kalau amal usaha muhammadiyah dikelola oleh Anggota Muhammadiyah yang tahu apa tujuan didirikan amal usaha itu dan berusaha mewujudkan tujuan itu, bukan sekedar profesional. dah banyak amal usaha muhammadiyah yang karyawannya tidak mengerti tujuan didirikan amal usaha itu, yang dipikirkan oleh mereka bagaimana amal usaha itu menghasilkan profit yang tinggi. akhirnya biaya rumah sakit atau poliklinik Muhammadiyah jadi mahal, biaya sekolah atau kuliah jadi mahal, dll. Tahukah Anda, dulu rumah sakit Muhammadiyah zaman pak KH A. Dahlan sebagai rumah sakit rakyat kecil, berobat disana gratis. sekolah muhammadiyah menjadi sekolah alternatif bagi rakyat miskin karena biayanya murah bahkan gratis. bukankah salah satu tujuan didirikan muhammadiyah untuk membantu rakyat miskin, yatim piatu, rakyat miskin kota, dan para gelandangan? Profesional itu wajib, mencari profit untuk membiayai dan mengembangkan amal usaha itu harus, tetapi jangan sampai mengesampingkan tujuan muhammadiyah itu. yang terjadi sekarang adalah banyak orang yang menjadi karyawan amal usaha tapi ga ngerti tujuan muhammadiyah, akhirnya amal usaha itu dibuat layaknya perusahaan pada umumnya, hanya mengejar profit. ga cukup hanya profesional tapi harus faham tujuan Muhammadiyah dan berusaha mewujudkan tujuan itu melalui amal usaha muhammadiyah dimana dia bekerja. kalau merekrut karyawan dari luar kader Muhammadiyah karena kekurangan karyawan, bagaimana karyawan baru itu harus ditraining dan di kader supaya faham tujuan Muhammadiyah dan mau berjuang mewujudkan tujuan Muhammadiyah melalui amal usaha dimana dia bekerja. Menurut KH Ahmad Dahlan, dalam setiap diri individu harus terintegrasi dengan baik kesempurnaan intelektual dengan kesucian hati. Integrasi intelektual dengan kesucian hati tersebut akan melahirkan keselarasan antara kecerdasan dan kearifan. Keseimbangan tersebut akan termanifestasi dengan jelas bila setiap orang mengacu ke dalam Al Quran sambil menempuh proses lima langkah, yakni: 1. manusia membutuhkan sesuatu yang akan dapat terpuaskan melalui agama, 2. kekuatan refleksi agama dalam kehidupan masyarakat tergantung pada kualitas manusianya, 3. beragama itu memiliki dasar (Al Quran dan As Sunnah) dan sesuai dengan fitrah manusia, 4. manusia harus menambah ilmunya terus-menerus, 5. ilmu yang dikuasai harus diamalkan secara nyata. Dari paparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemikiran KH. Ahmad Dahlan sebenarnya tertuju pada Al Quran yang harus dipahami dengan kemampuan intelektual sambil diikuti dengan ketulusan hati. Ketiga tumpuan tersebut akan melahirkan semangat penafsiran agama secara ilmiah yang diletakkan atas keprihatinan terhadap realitas sosial. Gagasan ini kemudian menjadi dasar bagi beliau untuk mendirikan organisasi yang diberi nama Muhammadiyah. Maka lewat Muhammadiyah, beliau berusaha supaya umat Islam kembali kepada Al Quran dan As Sunnah dalam menangani masalah kemunduran dibidang agama. Beliau menganjurkan untuk menghidupkan semangat ijtihad bagi yang orang yang sudah mampu. Kondisi keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan ummat Islam ditanggapi beliau dengan mendirikan sekolah-sekolah, rumah sakit, panti asuhan, serta perhatian terhadap orang-orang terlantar.

Sabtu, 29 Januari 2011

al mahabbah


Cinta adalah sesuatu yang senantiasa di cari, dan telah lama menjadi bahan pembicaraan manusia yang tiada habis nya, yang tidak pernah using dan selalu actual. Cinta memiliki kedudukan yang penting karena menjadi energi dan membuat kehidupa terus dan penuh arti tanpa di sadari ato tidak.karena sebenar nya lah pada cinta lah inti sari dari kehidupan ini berada. Bukan kah Allah mencipatakan alam semesta ini beserta isi nya dengan cinta Nya??.  dan menciptakan manusia dengan sebaik baik entuk dengan cinta Nya??.
Sesungguh nya Cinta ada di mana mana.  Di Setiap jengkal tanah yang kita injak, di setiap nafas yang kita hirup dan di setiap pori pori kita.
Cinta bukan milik pemuja yang merindukan kekasih nya. Ia adalah bahasa universal manusia untuk hidup dan menebar kebaikan di bumi Allah yang maha luas ini. Ia milik setiap makhluk Nya, bahkan seekor harimau yang ganas pun tak akan menerkam anak nya karena cinta.
Agama islam adalah agama yang hanif yang mengenal kasih sayang yang turun untuk perdamain. Bagaimana perdamaian bisa terwujud tanpa ada cinta?? karena cinta adalah fitrah manusia maka dalam diri seseorang pun melekat rasa cinta tersebut, dan mus mumkin bin mustahil orang yang mengatakan cinta itu omong kosong...doank.. emang se dr perkataan  tp yang lebih pentin ne tindakan.,, seperti iman yang d yakini dalam hati di ucapkan dengan lesan dan di amalkan dengan perbuatan(pelajaran tauhid kelas V KMI).
Rasa cinta itu muncul dengan sendiri nya tanpa di duga duga, tanpa kita sadari ketika kita merasakan sesuat yang beda dengan yang lain dfala kehidupan kita, datang tak di undang dan pergipun tanpa pamitan. Ketika virus merah jambu ini sudah melekat dalam hati kita, maka kita harus waspada, Apakah virus itu hawa nafsu atokah anugrah dari Nya??, untuk mengetahui nya marilah sama sama kita intropeksi diri, sudahkah kita mencintai sang khalik dengan sebebar benar nya cinta?apakah kita sudah melaksanakan apa yang di perintah nya dan menjauhi segala apa yang di larang nya? karena sesungguh nya anugrah itu adalah yang membawa kita ke jalan Nya, bukan yang membuat kita jauh dari Nya,, (Uhibbuka fillAh)..
Ketika seseorang bilang I LOVE  YOU , maka dia akan melakukan segala sesuatu yang di inginkan pujaan hati nya, untuk membuat pujaan hati nya makin cinta dan makin syaang, . Begitu juga dengan cinta hakiki kita kepada ALLAH .. yang sebenar benar nya cinta , sudahkan kita berbuat hal yang sama kepada Nya seperti apa yang kita lakukan terhadap pujaan kita??.
Ketika seorang muslim mencintai seseorang maka jangan jadikan cinta itu penghalang rasa cinta kepada Nya, dan jangan mellebihi kecintaan kita kepada Nya,,.
jangan bilang cinta kepada Allah kalau kita masih melanggar apa yang di larang nya, dan masih lalai akan anjuran nabi Muhammad SAW.
Di dalam Al qur'an surat Ali imron ayat 31
Artinya: Katakanlah jika kamu benar benar mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa dosa mu"Allah maha pengampun lagi maha penyayang".
Meraih cinta Allah adalah tujuan tertinggi yang senantiasa di upayakan oleh orang orang yang berilmu. Jalan meraih cinta kepada Allah bagi seseorang adalah dngan mengikuti nabi Muhammad SAW . dengan beriman kepada wahyu yang di bawa  nya dan mengikuti syariat yang di ajar kannya baik dalam kondisi yang ringan maupun yang berat.....
so .....
let"s back to our selve .. to get the real love,, to Allah SWT, , and give thanks for him....

شكرا على حسن إهتمامكم