Budaya, Apa Kabar mu?
![]() |
| Add caption |
Assalamu’alikum wr.wb
Sudah sebulan lamanya tidak singgah di dunia blogger hampir saja lupa cara posting entri terbaru bahkan keyboard pun mulai tak mengenal jari jemari yang berusaha menari di depan layar monitor.serentetan tugas mulai sedikt berlalu.mulai dari seminar proposal,ujian tengah semester serta beberapa kegiatan kegitan eksrakurikuler yang sedikit menyita waktu namun menambah ilmu.maka Kali ini penulis ingin menyajikan sedikit ilmu yang didapat pada seminar budaya yang diadakan BEM fakultas Humaniora & Budaya UIN MALIKI Malang, dengan mengangkat tema “BUDAYA, APA KABAR MU?”.
Sudah sebulan lamanya tidak singgah di dunia blogger hampir saja lupa cara posting entri terbaru bahkan keyboard pun mulai tak mengenal jari jemari yang berusaha menari di depan layar monitor.serentetan tugas mulai sedikt berlalu.mulai dari seminar proposal,ujian tengah semester serta beberapa kegiatan kegitan eksrakurikuler yang sedikit menyita waktu namun menambah ilmu.maka Kali ini penulis ingin menyajikan sedikit ilmu yang didapat pada seminar budaya yang diadakan BEM fakultas Humaniora & Budaya UIN MALIKI Malang, dengan mengangkat tema “BUDAYA, APA KABAR MU?”.
Budaya adalah sesuatu yang harus dibudidayakan,
itu artinya sesuatu yang harus dijaga dan dilestarikan serta di kembangkan
sehinngga melahirkan nilai nilai yang berharga sebagai sumber kekayaan bumi indonesia.
Bapak Ir. Sofyan Edi Jarwoko( DPRD kota
Malang) megatakan bahwasanya budaya itu identik dengan bentuk semar(salah satu
tokoh perwayangan) dengan tangan bersedakap ke depan, sedang tangan satunya
berada dibelakang.itu artinya semar adalah sosok lurah yang penuh wibawa dan
selalu mengayomi. lurah ibarat bangsa indonesia yang senantiasa mengayomi
sejarah.hal ini terbukti dengan beragamnya budaya - budaya yang ada di seluruh
indonesia. Keanekaragam budaya indonesia merupakan berkah sang maha kuasa,namun seiring
dengan perkembangan zaman mengakibatkan budaya budaya tradisional mulai terkikis
oleh budaya asing yang meggrogoti jiwa
generasi penerus bangsa.
hal ini
terbukti dengan adanya segerombolan pemuda pemudi yang berdesak desakan demi mendapatkan
tiket masuk menonton artis korea, suju, snsd , k- pop dsb. Mereka lebih memilih
artis korea dari pada pertunjukan pertunjukan trasisional seperti, wayang
kulit, reog ponorogo, karapan sapi madura, tari bali dsb. Dari sinilah keinginan mahasiswa
humaniora & budaya untuk mendiskusikan degradation budaya yang semakin terkikis di bumi indonesia
tercinta.
Pada seminar ini juga kita berkesempatan untuk
mendengarkan orasi dari kakek kita bapak D. Zawawi Imran (si celurit emas) , yang mungkin tidak asing lagi
ditelinga pembaca sekalian, beliau adalah sastrawan Indonesia yang meraih Hadiah Sastra Asia Tenggara
atau South East Asia Write Award 2011, yang dilaksanakan di Mandarin Oriental,
Bangkok belum lama ini. Penghargaan sastra kepada D. Zawawi Imron diberikan
langsung oleh Putri Sirivannari Nariratana, mewakili Putra Mahkota Kerajaan
Thailand, Pangeran Maha Vajiralongkorn.
Penyair berjuluk Celurit Emas itu, kemudian
mengupas persoalan cinta Tanah Air, yang disebutnya bahwa Indonesia masih
membutuhkan bantuan orang asing untuk mengetahui bahwa nusantara ini adalah negri yang indah. Ia menceritakan
bahwa pada tahun 1960-an, Rektor Universitas Al Azhar Kairo Syaikh Mahmud
Syaltut berkunjung ke Indonesia, dan melukiskan negeri ini dengan sangat
dahsyat. "Mahmud Syaltut
melukiskan Indonesia sebagai serpihan surga yang diturunkan Allah SWT ke
bumi," katanya.
Beliau juga mengatakan ketika beliau
menghadiri acara penghargaan Sastra Asia Tenggara atau South East
Asia Write Award 2011, beliau di sambut dengan tarian tarian
thailand, beliaupun menyimpulkan tari thailand dalam acara penyambutan nilai
seninya tak seindah tari nusantara seperti halnya tari
bali,jaipong, piring dsb. Begitu juga dengan alam di thaland yang sebagian
besar pegunugan yang sangat jauh sekali dengan benteng alam dan keindahan alam indonesia.
Namun anehnya ketika diadakan survei
lapangan Habib Rauf mengatakan jumlah wisatawan asing d tahun 2011 yang
berkunjung ke Indonesia berkisar antara 7 juta sedangkan wisatawan asing yang
berkujung ke Thailand berkisar antara 27 juta jiwa.
Kenapa terjadi
hal demikian??hal ini adalah kembali ke kesadaran kita sebagai warga yang
berbudaya, maka untuk melestarikan dan mempercantik keindahan di tanah air harus disertai perilaku penduduk yang indah Seperti
sosok sunan kalijogo (budayawan terindah yang mencetuskan wayang kulit). Sudah barang
tentu harus disertai pula dengan kehidupan yang harmonis , saling menghargai
antar partai yang akan menumbuh kembangkan budaya karena bendera terindah
bukanlah bendera partai, namun bendera indonesia “bendera merah putih”.
di akhir acara beliau menyatakan dengan
semangat yang berkobar sambil mengumandangkan puisi untuk indonesia ku
tercinta(si penulis ini merasa tersihir mendengar alunan suara puitis beliau)
nge fans mbah hehehehe. Kemudian beliu menutup dengan penekanan bagi kesadaran
bangsa indonesia agar sadar akan indah nya alam indonesia . INDONESIA KU IJO
ROYO ROYO. Dengan semboyan “dadio wong sing iso rumongso, ojok dadi wong sing rumongso iso (jadilah kamu orang yang bisa merasa, bukan
jadi orang yang merasa bisa)
success selalu
buat bapak kami mahasiswa uin maliki malang akan selalu berusaha berbudaya satu
yaitu budaya indonesia
salam budaya !!!
salam budaya !!!
wassalamu’alaikum
semoga bermanfaat ...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar